Jasa penyusunan sustainability report membantu perusahaan menyusun laporan keberlanjutan yang jelas, berbasis data, sesuai standar pelaporan, dan mudah dipahami stakeholder. ApexPrime membantu perusahaan menyiapkan struktur laporan, mengumpulkan data ESG, menentukan topik material, menyusun narasi kinerja keberlanjutan, menata indikator, dan memastikan laporan siap terbit secara profesional.
Dengan layanan ini, perusahaan tidak hanya menghasilkan dokumen tahunan, tetapi juga membangun alat komunikasi strategis untuk menunjukkan komitmen lingkungan, sosial, tata kelola, dan nilai jangka panjang.
Sustainability Report

Kebutuhan sustainability report terus meningkat karena regulator, investor, pelanggan, mitra bisnis, dan publik menuntut transparansi yang lebih kuat. Di Indonesia, POJK 51/POJK.03/2017 mengatur penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik, sehingga banyak perusahaan perlu menyiapkan laporan keberlanjutan secara lebih disiplin.
Selain itu, OJK juga mengembangkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II 2021–2025 untuk mempercepat penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola di Indonesia. Roadmap ini menekankan pembentukan ekosistem keuangan berkelanjutan, termasuk kebijakan, produk, infrastruktur pasar, koordinasi, sumber daya manusia, dan awareness.
Kenapa perusahaan membutuhkan jasa penyusunan sustainability report
Perusahaan membutuhkan jasa penyusunan sustainability report karena laporan keberlanjutan menuntut ketelitian, konsistensi data, pemahaman standar, dan kemampuan menerjemahkan kinerja ESG ke bahasa yang strategis. Banyak perusahaan memiliki program lingkungan, sosial, CSR, K3, tata kelola, dan kepatuhan. Namun, tim internal sering menghadapi tantangan ketika harus menyatukan semua informasi itu ke dalam satu laporan yang runtut, akurat, dan selaras dengan standar.
ApexPrime membantu perusahaan mengubah data yang tersebar menjadi laporan yang mudah dibaca. Tim tidak hanya merapikan teks. Tim juga membantu membaca konteks bisnis, memetakan stakeholder, menilai isu material, menghubungkan target dengan capaian, dan menyusun pesan utama yang sesuai dengan positioning perusahaan.
Sustainability report yang baik juga membantu manajemen melihat ulang kinerja keberlanjutan. Laporan ini dapat menunjukkan area yang sudah kuat, area yang perlu perusahaan perbaiki, serta peluang untuk memperkuat ESG roadmap ke depan.
Apa saja yang dikerjakan dalam jasa penyusunan sustainability report
1. Menentukan ruang lingkup laporan
Tahap pertama selalu dimulai dari ruang lingkup laporan. ApexPrime membantu perusahaan menentukan periode pelaporan, entitas yang masuk ke laporan, batasan data, standar yang akan perusahaan gunakan, serta tema utama laporan. Langkah ini penting karena sustainability report akan kehilangan fokus jika perusahaan tidak menentukan cakupan sejak awal.
Ruang lingkup juga membantu tim mengatur proses pengumpulan data. Misalnya, perusahaan perlu menentukan apakah laporan mencakup kantor pusat saja, seluruh cabang, anak perusahaan, proyek tertentu, atau seluruh rantai nilai yang relevan.
2. Mengidentifikasi stakeholder dan kebutuhan informasi
Setelah ruang lingkup jelas, tim perlu memahami siapa pembaca utama laporan. Stakeholder bisa mencakup investor, regulator, karyawan, pelanggan, pemasok, komunitas, media, dan mitra bisnis. Setiap kelompok memiliki kebutuhan informasi yang berbeda.
ApexPrime membantu perusahaan memetakan stakeholder dan memahami isu yang paling penting bagi mereka. Langkah ini membuat laporan lebih relevan. Perusahaan tidak hanya menulis apa yang ingin perusahaan sampaikan, tetapi juga menjawab kebutuhan informasi pihak yang membaca laporan.
3. Menentukan topik material
Topik material menjadi inti laporan keberlanjutan. Topik ini menjelaskan isu yang paling penting bagi perusahaan dan stakeholder, baik dari sisi dampak ekonomi, lingkungan, sosial, maupun tata kelola.
GRI Standards menggunakan sistem modular yang terdiri dari Universal Standards, Sector Standards, dan Topic Standards. GRI 3: Material Topics membantu organisasi mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons dampak yang berkaitan dengan topik material. (OECD)
Dengan pendekatan materialitas, perusahaan bisa menghindari laporan yang terlalu umum. Perusahaan dapat fokus pada isu yang benar-benar relevan, seperti emisi, energi, air, limbah, keselamatan kerja, keberagaman, hak asasi manusia, kepatuhan, antikorupsi, rantai pasok, atau dampak ekonomi tidak langsung.
4. Mengumpulkan dan memvalidasi data ESG
Sustainability report yang kuat harus memiliki data yang rapi. ApexPrime membantu perusahaan menyusun data request list, menghubungi pemilik data, meninjau kelengkapan data, dan mengecek konsistensi angka antarbagian.
Data yang biasanya masuk ke sustainability report meliputi:
- konsumsi energi
- emisi gas rumah kaca
- penggunaan air
- pengelolaan limbah
- kinerja K3
- pelatihan karyawan
- keberagaman tenaga kerja
- program masyarakat
- tata kelola perusahaan
- kepatuhan dan etika bisnis
- pengaduan pelanggan atau stakeholder
- capaian target keberlanjutan
Proses validasi data menjadi sangat penting. Tanpa validasi, laporan bisa kehilangan kredibilitas. Karena itu, ApexPrime membantu perusahaan memeriksa sumber data, definisi indikator, satuan pengukuran, periode pelaporan, serta konsistensi antarunit.
5. Menyusun struktur dan narasi laporan
Setelah data terkumpul, ApexPrime membantu perusahaan menyusun struktur laporan. Struktur umum sustainability report biasanya mencakup profil perusahaan, strategi keberlanjutan, tata kelola, stakeholder engagement, topik material, kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja sosial, indeks konten, dan lampiran.
Namun, laporan yang baik tidak hanya mengikuti struktur. Laporan juga harus memiliki narasi yang kuat. Narasi membantu pembaca memahami arah keberlanjutan perusahaan, prioritas strategis, capaian, tantangan, dan rencana perbaikan.
ApexPrime membantu perusahaan menulis laporan dengan bahasa yang profesional, jelas, dan tidak berlebihan. Perusahaan perlu menunjukkan capaian, tetapi tetap perlu menjelaskan tantangan secara jujur agar laporan terasa kredibel.
6. Menyelaraskan laporan dengan standar
Perusahaan dapat memakai beberapa rujukan pelaporan, tergantung kebutuhan. Banyak perusahaan menggunakan GRI Standards untuk melaporkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial. Perusahaan yang ingin memperkuat disclosure untuk investor juga bisa mempertimbangkan IFRS Sustainability Disclosure Standards. IFRS S1 berlaku untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 dan meminta entitas mengungkap informasi tentang risiko serta peluang keberlanjutan yang dapat memengaruhi prospek perusahaan. (IFRS)
ApexPrime membantu perusahaan memilih pendekatan yang sesuai. Tidak semua perusahaan harus memakai semua standar sekaligus. Perusahaan perlu menyesuaikan standar dengan regulasi, sektor industri, kapasitas data, kebutuhan investor, dan tingkat kematangan ESG.
7. Menyiapkan indeks konten dan lampiran
Indeks konten membantu pembaca menelusuri hubungan antara standar dan isi laporan. Jika perusahaan memakai GRI Standards, indeks konten akan membantu pembaca melihat lokasi pengungkapan setiap indikator.
ApexPrime membantu perusahaan menyusun indeks yang rapi, konsisten, dan mudah ditelusuri. Tim juga membantu menyiapkan lampiran data jika perusahaan ingin menampilkan tabel tambahan, metodologi perhitungan, atau detail indikator tertentu.
8. Menyiapkan laporan untuk desain dan publikasi
Setelah narasi dan data selesai, laporan perlu masuk ke tahap desain. ApexPrime membantu memastikan naskah laporan siap masuk ke layout, infografik, grafik, dan finalisasi visual. Pada tahap ini, perusahaan perlu menjaga konsistensi istilah, angka, caption, tabel, dan pesan utama.
Laporan yang siap publikasi harus nyaman dibaca, mudah dinavigasi, dan tetap menjaga integritas informasi. Desain yang baik tidak boleh menutupi kekurangan data. Sebaliknya, desain harus membantu pembaca memahami isi laporan dengan lebih cepat.
Manfaat jasa penyusunan sustainability report
Baca juga:
1. Perusahaan menghemat waktu dan sumber daya
Penyusunan sustainability report memerlukan koordinasi banyak fungsi. Tim harus mengumpulkan data dari HR, HSE, operasional, keuangan, legal, procurement, CSR, risk management, compliance, dan corporate secretary. Dengan pendampingan yang tepat, perusahaan dapat mempercepat proses dan mengurangi beban tim internal.
2. Laporan menjadi lebih terstruktur
ApexPrime membantu perusahaan menyusun alur laporan dari strategi sampai kinerja. Struktur yang jelas membuat pembaca lebih mudah memahami konteks, capaian, dan arah keberlanjutan perusahaan.
3. Data ESG menjadi lebih rapi
Proses penyusunan laporan membantu perusahaan menemukan data yang belum konsisten, indikator yang belum jelas, dan mekanisme pelaporan internal yang perlu perusahaan perkuat. Jadi, manfaatnya tidak berhenti pada publikasi laporan. Proses ini juga membantu perusahaan memperbaiki kualitas data ESG.
4. Perusahaan memperkuat reputasi dan kepercayaan
Stakeholder cenderung mempercayai perusahaan yang berani melaporkan kinerja keberlanjutan secara terbuka. Laporan yang kredibel menunjukkan bahwa perusahaan serius mengelola dampak, risiko, dan peluang ESG.
5. Perusahaan lebih siap menghadapi tuntutan disclosure
Tuntutan sustainability disclosure terus bergerak ke arah yang lebih rinci dan berbasis data. Dengan proses yang rapi sejak awal, perusahaan akan lebih siap menghadapi kebutuhan pelaporan berikutnya, termasuk kebutuhan investor, regulator, pelanggan, dan mitra global.
Ciri sustainability report yang baik
Sustainability report yang baik memiliki beberapa ciri utama. Pertama, laporan menjawab isu material, bukan hanya menampilkan program. Kedua, laporan memakai data yang konsisten dan dapat ditelusuri. Ketiga, laporan menunjukkan hubungan antara strategi, risiko, target, capaian, dan rencana perbaikan. Keempat, laporan menyampaikan keberhasilan dan tantangan secara seimbang. Kelima, laporan memakai standar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
GRI 1: Foundation 2021 menekankan prinsip kualitas seperti akurasi, keseimbangan, dan verifiability sebagai fondasi laporan yang baik. (OECD)
Dengan prinsip tersebut, perusahaan perlu menghindari klaim yang terlalu luas. Laporan harus menyajikan bukti, angka, kebijakan, dan tindakan yang relevan. Pembaca tidak hanya ingin tahu bahwa perusahaan “peduli keberlanjutan”. Pembaca ingin melihat bagaimana perusahaan mengelola dampak dan mencapai targetnya.
Siapa yang membutuhkan jasa penyusunan sustainability report
Layanan ini cocok untuk perusahaan publik, emiten, lembaga jasa keuangan, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, grup usaha, perusahaan manufaktur, perusahaan energi, perusahaan infrastruktur, perusahaan teknologi, dan organisasi yang ingin meningkatkan transparansi ESG.
Perusahaan juga dapat menggunakan jasa ini saat menghadapi kondisi berikut:
- baru pertama kali menyusun sustainability report
- ingin memperbaiki kualitas laporan sebelumnya
- ingin menyesuaikan laporan dengan GRI Standards
- ingin menyelaraskan laporan dengan POJK 51
- ingin memperkuat ESG rating readiness
- ingin menyiapkan laporan untuk investor atau mitra global
- ingin menghubungkan sustainability report dengan ESG roadmap
Output yang biasanya perusahaan terima
Dalam layanan jasa penyusunan sustainability report, perusahaan biasanya menerima output berikut:
- kerangka laporan keberlanjutan
- daftar kebutuhan data ESG
- matriks stakeholder dan isu material
- hasil analisis materialitas
- draft narasi laporan
- tabel indikator dan data pendukung
- indeks konten standar pelaporan
- rekomendasi perbaikan data ESG
- naskah final siap desain
- dukungan review sebelum publikasi
ApexPrime dapat menyesuaikan output dengan kebutuhan perusahaan. Jika perusahaan sudah memiliki data yang matang, pekerjaan dapat berfokus pada penulisan, struktur, dan standar. Jika data masih tersebar, pekerjaan perlu mencakup data collection, data review, dan penyusunan sistem indikator.
FAQ
Apa itu jasa penyusunan sustainability report?
Jasa penyusunan sustainability report adalah layanan pendampingan untuk membantu perusahaan menyusun laporan keberlanjutan, mulai dari struktur, pengumpulan data ESG, materiality assessment, penulisan narasi, indeks standar, sampai finalisasi laporan.
Kenapa perusahaan perlu sustainability report?
Perusahaan perlu sustainability report untuk menunjukkan kinerja lingkungan, sosial, tata kelola, risiko, dan peluang keberlanjutan secara transparan kepada regulator, investor, pelanggan, karyawan, dan stakeholder lain.
Standar apa yang biasanya perusahaan gunakan?
Perusahaan sering menggunakan GRI Standards untuk pelaporan dampak keberlanjutan. Perusahaan tertentu juga mempertimbangkan POJK 51, IFRS S1 dan S2, atau standar lain sesuai sektor, kebutuhan investor, dan konteks regulasi. (Peraturan.go.id)
Apa bedanya sustainability report dan ESG report?
Sustainability report biasanya menyajikan dampak ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola secara luas. ESG report sering memberi penekanan lebih kuat pada indikator yang relevan bagi investor, rating, risiko, dan peluang ESG. Dalam praktik, perusahaan dapat menggabungkan keduanya selama struktur dan data tetap jelas.
Jasa penyusunan sustainability report membantu perusahaan membangun laporan yang tidak hanya rapi, tetapi juga strategis, kredibel, dan berbasis data. ApexPrime membantu perusahaan menata informasi keberlanjutan dari awal sampai siap publikasi, sehingga laporan mampu menjawab kebutuhan regulator, investor, pelanggan, dan stakeholder dengan lebih kuat.
